Di saat suasana bahagia tak berpihak pada kita, di saat emosi menguasai diri dan ego pun tak terkalahkan
Aku takut jika kamu mengiyakan sesuatu yang aku minta, yaitu putus...
Aku sangat takut kamu menyerah dengan keputusan yang aku buat itu
Aku ingin hubungan kita berakhir dengan bahagia
Terpisah bukan karena ada orang ketiga ataupun adanya perbedaan
Yang aku mau kita terpisah karena waktu, dimana aku tak lagi bernafas dan berdiri untukmu :')
All about me in my life, my adventure
Happiness. Sadness. Useless. Meaningless
02 Mei 2012
05 April 2012
AKU
Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar,
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Bosan aku dengan penat
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar,
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat seperti berjelaga jika ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Bosan aku dengan penat
23 Maret 2012
They're my everything
Aku ingin bahagia dengan orang-orang yang benar-benar menyayangi dan menginginkanku. Orang yang benar-benar menganggapku berarti di hidup mereka.
Keluarga.
Abah yang selalu menasehati dan memberi tahu mana yang baik dan mana yang buruk.
Mama yang selalu memberi dukungan dan setia mendengarkan semua keluh kesahku.
Adik yang menjadi teman bermainku di rumah dan selalu jadi korban keisenganku.
Sahabat.
Indah. Neng (laras). Bule. Riris.
Mereka yang mengerti perasaanku tanpa aku bicara. Mereka yang selalu ada di saat suka maupun duka. Mereka yang tak pernah meninggalkanku. Mereka yang menegurku jika aku salah. Mereka sudah seperti keluarga keduaku.
Jonli satu-satunya pria yang ku kenal dengan baik. Dia sudah ku anggap sebagai sodaraku. Karna dia aku bisa lebih memahami arti sahabat.
Orang-orang terdekat.
Ica. Dhini. Rini. Dedek.
Dengan mereka aku menghabiskan masa-masa SMA ini. Melakukan banyak hal dari yang gila sampai yang biasa. Melewati hari penuh canda tawa yang ceria. Mereka baik dan menyenangkan. Membuat hariku lebih berwarna dengan karakter kami masing-masing.
Kekasih.
Arlanda Junitino Maulana.
Ini dia orang yang berarti bagiku. Terutama untuk hatiku. Walau sudah menyakiti, tapi dia berusaha untuk mengobatinya. Ku hargai pengorbanannya. Ku rasakan ketulusannya. Aku bahagia dia berubah menjadi lebih baik. Aku sangat bahagia dia memperlakukanku seperti seorang putri. Seperti sedang mengkhawatirkan jika hatiku akan hancur lagi karena dia tidak hati-hati mengobatinya. Dia sungguh mengerti apa yang aku inginkan darinya.
Tuhan, aku yakin dia jodohku. Amin!
Keluarga.
Abah yang selalu menasehati dan memberi tahu mana yang baik dan mana yang buruk.
Mama yang selalu memberi dukungan dan setia mendengarkan semua keluh kesahku.
Adik yang menjadi teman bermainku di rumah dan selalu jadi korban keisenganku.
Sahabat.
Indah. Neng (laras). Bule. Riris.
Mereka yang mengerti perasaanku tanpa aku bicara. Mereka yang selalu ada di saat suka maupun duka. Mereka yang tak pernah meninggalkanku. Mereka yang menegurku jika aku salah. Mereka sudah seperti keluarga keduaku.
Jonli satu-satunya pria yang ku kenal dengan baik. Dia sudah ku anggap sebagai sodaraku. Karna dia aku bisa lebih memahami arti sahabat.
Orang-orang terdekat.
Ica. Dhini. Rini. Dedek.
Dengan mereka aku menghabiskan masa-masa SMA ini. Melakukan banyak hal dari yang gila sampai yang biasa. Melewati hari penuh canda tawa yang ceria. Mereka baik dan menyenangkan. Membuat hariku lebih berwarna dengan karakter kami masing-masing.
Kekasih.
Arlanda Junitino Maulana.
Ini dia orang yang berarti bagiku. Terutama untuk hatiku. Walau sudah menyakiti, tapi dia berusaha untuk mengobatinya. Ku hargai pengorbanannya. Ku rasakan ketulusannya. Aku bahagia dia berubah menjadi lebih baik. Aku sangat bahagia dia memperlakukanku seperti seorang putri. Seperti sedang mengkhawatirkan jika hatiku akan hancur lagi karena dia tidak hati-hati mengobatinya. Dia sungguh mengerti apa yang aku inginkan darinya.
Tuhan, aku yakin dia jodohku. Amin!
12 Januari 2012
Perfect Two
You can be the peanut butter to my jelly
You can be the butterflies I feel in my belly
You can be the captain and I can be your first mate
You can be the chills that I feel on our first date
You can be the hero and I can be your side kick
You can be the tear that I cry if we ever split
You can be the rain from the cloud when it's stormin'
Or you can be the sun when it shines in the mornin'
Don't know if I could ever be
Without you cause boy you complete me
And in time I know that we'll both see
That we're all we need
Cause you're the apple to my pie
You're the straw to my berry
You're the smoke to my high
And you're the one I wanna marry
Cause you are the one for me (for me)
And I'm the one for you (for you)
You take the both of us (of us)
And we're the perfect two
We're the perfect two
We're the perfect two
Baby me and you
We're the perfect two
You can be the prince and I can be your princess
You can be the sweet tooth I can be the dentist
You can be the shoes and I can be the laces
You can be the heart that I spill on the pages
You can be the Vodka and I can be the chaser
You can be the pencil and I can be the paper
You can be as cold as the winter weather
But I don't care as long as we're together
[Bridge:]
You know that I'll never doubt ya
And you know that I think about ya
And you know I can't live without ya
I love the way that you smile
And maybe in just a while
I can see me walk down the aisle
You can be the butterflies I feel in my belly
You can be the captain and I can be your first mate
You can be the chills that I feel on our first date
You can be the hero and I can be your side kick
You can be the tear that I cry if we ever split
You can be the rain from the cloud when it's stormin'
Or you can be the sun when it shines in the mornin'
Don't know if I could ever be
Without you cause boy you complete me
And in time I know that we'll both see
That we're all we need
Cause you're the apple to my pie
You're the straw to my berry
You're the smoke to my high
And you're the one I wanna marry
Cause you are the one for me (for me)
And I'm the one for you (for you)
You take the both of us (of us)
And we're the perfect two
We're the perfect two
We're the perfect two
Baby me and you
We're the perfect two
You can be the prince and I can be your princess
You can be the sweet tooth I can be the dentist
You can be the shoes and I can be the laces
You can be the heart that I spill on the pages
You can be the Vodka and I can be the chaser
You can be the pencil and I can be the paper
You can be as cold as the winter weather
But I don't care as long as we're together
[Bridge:]
You know that I'll never doubt ya
And you know that I think about ya
And you know I can't live without ya
I love the way that you smile
And maybe in just a while
I can see me walk down the aisle
Crazy Buddies
Sekarang aku seperti menemukan hidup yang baru.
I mean, 'lebih berwarna'. Bukan maksud hidupku sebelumnya tidak berwarna. Tapi menurutku, aku hanya mempunyai warna dasar. Merah, kuning, hijau dan biru. Saat ini aku bisa mencampur semua warna dasar yang ku miliki. Merah dan biru, menjadi ungu. Kuning dan biru, menjadi hijau. Ya, itu maksudku lebih berwarna. Semua itu berkat orang-orang yang baru ku kenal lebih dekat lagi. Mereka adalah teman-teman di kelas baruku. Dari rumah mungkin aku sedang dalam masalah dengan keluarga. Tapi begitu sampai di sekolah, bertemu dengan mereka. Ada saja 'such a fool thing' to make me laugh:'D
Mereka ku sebut dengan, 'crazy buddies'.
I mean, 'lebih berwarna'. Bukan maksud hidupku sebelumnya tidak berwarna. Tapi menurutku, aku hanya mempunyai warna dasar. Merah, kuning, hijau dan biru. Saat ini aku bisa mencampur semua warna dasar yang ku miliki. Merah dan biru, menjadi ungu. Kuning dan biru, menjadi hijau. Ya, itu maksudku lebih berwarna. Semua itu berkat orang-orang yang baru ku kenal lebih dekat lagi. Mereka adalah teman-teman di kelas baruku. Dari rumah mungkin aku sedang dalam masalah dengan keluarga. Tapi begitu sampai di sekolah, bertemu dengan mereka. Ada saja 'such a fool thing' to make me laugh:'D
Mereka ku sebut dengan, 'crazy buddies'.
02 Januari 2012
Kebiasaan Mendengarkannya
Sejak dia kembali ke dalam hidupku. Semua benar-benar berubah
Aku mempunyai kebiasaan baru. Kebiasaan menunggu telfon darinya setiap malam dan dia menemaniku tidur ataupun sebaliknya
Terkadang aku sengaja diam ketika dia memanggil namaku untuk memastikan aku sudah tertidur atau belum
Apalagi jika waktunya setelah kami sedang mengalami berselisih pendapat
Aku diam saat dia panggil, setelah itu dia akan mengucapkan sebuah pesan singkat untukku
Pesan yang berisikan dia minta maaf ataupun yang lainnya
Oh tidak. Ingin rasanya aku menahan air mata ini jatuh, ternyata tak bisa
Aku terharu. Aku diam seribu bahasa
Aku hanya merasa masih tak percaya. Apa aku berada di bawah alam sadar? Apa ini semua mimpi?
Tidak. Kenyataan lebih indah daripada sebuah mimpi
Aku belum percaya dia yang dulunya 'seperti' mengabaikanku, sekarang dia hadir kembali dan menganggap aku ini adalah segalanya untuk dia
Entah kenapa mendengarkan dia tertawa karenaku itu adalah hal yang membuatku bahagia
Tawanya. Ya, sebuah tawa darinya yang selalu ku rindukan
Suara tawa yang khas:'D
Omelan-omelannya yang membuatku sengaja tak ingin menurutinya
Aku ingin dia marah. Aku ingin dia lebih memperlakukanku seperti anak kecil
Aku selalu ingin dia memanjakanku layaknya aku seorang putri kecil yang butuh perhatian seorang ayah
Aku sangat terbiasa mendengar omelannya itu
Setiap pembicaraan yang terjadi, aku selalu suka saat ekspresi wajahnya menggambarkan betapa seriusnya dia ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu
Ekspresi wajahnya yang terlihat begitu tulus hadir kembali di kehidupanku dan menyayangiku seperti biasa bahkan lebih ku pikir
Sampai saat ini aku masih ingat kalimat yang waktu itu dia ucapkan, "akang tuh masih sayang sama kamu. Sayangnya akang ke kamu itu beda sama sayangnya akang ke yang lain"
Kalimat itu selalu terngiang di kepalaku. Terekam jelas di ingatanku. Selalu tersimpan dalam hati dan pikiranku
Dan malam ini, aku menunggu telfonmu lagi untuk menemaniku tidur. Mendengar suaramu yang biasa aku dengarkan, yang selalu ku rindukan
Aku mempunyai kebiasaan baru. Kebiasaan menunggu telfon darinya setiap malam dan dia menemaniku tidur ataupun sebaliknya
Terkadang aku sengaja diam ketika dia memanggil namaku untuk memastikan aku sudah tertidur atau belum
Apalagi jika waktunya setelah kami sedang mengalami berselisih pendapat
Aku diam saat dia panggil, setelah itu dia akan mengucapkan sebuah pesan singkat untukku
Pesan yang berisikan dia minta maaf ataupun yang lainnya
Oh tidak. Ingin rasanya aku menahan air mata ini jatuh, ternyata tak bisa
Aku terharu. Aku diam seribu bahasa
Aku hanya merasa masih tak percaya. Apa aku berada di bawah alam sadar? Apa ini semua mimpi?
Tidak. Kenyataan lebih indah daripada sebuah mimpi
Aku belum percaya dia yang dulunya 'seperti' mengabaikanku, sekarang dia hadir kembali dan menganggap aku ini adalah segalanya untuk dia
Entah kenapa mendengarkan dia tertawa karenaku itu adalah hal yang membuatku bahagia
Tawanya. Ya, sebuah tawa darinya yang selalu ku rindukan
Suara tawa yang khas:'D
Omelan-omelannya yang membuatku sengaja tak ingin menurutinya
Aku ingin dia marah. Aku ingin dia lebih memperlakukanku seperti anak kecil
Aku selalu ingin dia memanjakanku layaknya aku seorang putri kecil yang butuh perhatian seorang ayah
Aku sangat terbiasa mendengar omelannya itu
Setiap pembicaraan yang terjadi, aku selalu suka saat ekspresi wajahnya menggambarkan betapa seriusnya dia ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu
Ekspresi wajahnya yang terlihat begitu tulus hadir kembali di kehidupanku dan menyayangiku seperti biasa bahkan lebih ku pikir
Sampai saat ini aku masih ingat kalimat yang waktu itu dia ucapkan, "akang tuh masih sayang sama kamu. Sayangnya akang ke kamu itu beda sama sayangnya akang ke yang lain"
Kalimat itu selalu terngiang di kepalaku. Terekam jelas di ingatanku. Selalu tersimpan dalam hati dan pikiranku
Dan malam ini, aku menunggu telfonmu lagi untuk menemaniku tidur. Mendengar suaramu yang biasa aku dengarkan, yang selalu ku rindukan
26 Desember 2011
Lelah Aku Berdiam Diri
Terkadang menutupi perasaan yang kita rasa itu sulit
Walaupun niatnya adalah agar orang di sekitar kita tidak ikut merasakan apa yang kita rasakan saat itu, tapi aku terlalu lelah untuk tetap diam
Aku diam dan tak tahu dengan siapa aku akan menceritakan perasaanku ini
Hidup terus berputar seperti bola yang di tendang atau di mainkan oleh anak-anak terutama. Ya, anak-anak
Sejenak terpikirkan olehku tentang anak-anak
"Anak-anak belum bisa berpikir bahwa ia mempunyai beban
Anak-anak juga belum mengerti apa yang harus mereka pikirkan"
Sesungguhnya aku juga begitu. Tidak jauh beda dengan mereka. Aku tidak mengerti apa yang seharusnya aku pikirkan
Aku lebih memilih diam dan tidak berusaha untuk mencoba mengerti apa yang tidak aku mengerti
Roda berputar. Tapi ada kalanya dia berhenti
Aku terus-menerus berdiam diri tapi terkadang aku mulai lelah
Lelah untuk menutupi semuanya
Tapi jika aku tidak diam, aku hanya akan mengikuti egoku yang tinggi
Aku rasa itu bukan ide yang baik untuk orang-orang di sekitarku
Tapi di saat aku diam, aku ingin ada seseorang yang menghampiriku dan menanyakan ada apa gerangan yang terjadi di dalam diriku
Aku ingin orang itu terus memaksa sampai pada akhirnya aku meluapkan segala isi hati
Semua tertumpahkan kepadanya
Aku tak bisa
Aku terlalu bisu untuk membicarakan apa yang ku rasa. Aku tak ingin membukanya kepada orang lain
Dulu aku sangat terbuka kepada siapa saja
Entah kenapa sekarang aku menjadi tertutup
Hanya lewat tulisan ini aku bisa mencurahkan sedikit tentang isi hatiku
Walaupun niatnya adalah agar orang di sekitar kita tidak ikut merasakan apa yang kita rasakan saat itu, tapi aku terlalu lelah untuk tetap diam
Aku diam dan tak tahu dengan siapa aku akan menceritakan perasaanku ini
Hidup terus berputar seperti bola yang di tendang atau di mainkan oleh anak-anak terutama. Ya, anak-anak
Sejenak terpikirkan olehku tentang anak-anak
"Anak-anak belum bisa berpikir bahwa ia mempunyai beban
Anak-anak juga belum mengerti apa yang harus mereka pikirkan"
Sesungguhnya aku juga begitu. Tidak jauh beda dengan mereka. Aku tidak mengerti apa yang seharusnya aku pikirkan
Aku lebih memilih diam dan tidak berusaha untuk mencoba mengerti apa yang tidak aku mengerti
Roda berputar. Tapi ada kalanya dia berhenti
Aku terus-menerus berdiam diri tapi terkadang aku mulai lelah
Lelah untuk menutupi semuanya
Tapi jika aku tidak diam, aku hanya akan mengikuti egoku yang tinggi
Aku rasa itu bukan ide yang baik untuk orang-orang di sekitarku
Tapi di saat aku diam, aku ingin ada seseorang yang menghampiriku dan menanyakan ada apa gerangan yang terjadi di dalam diriku
Aku ingin orang itu terus memaksa sampai pada akhirnya aku meluapkan segala isi hati
Semua tertumpahkan kepadanya
Aku tak bisa
Aku terlalu bisu untuk membicarakan apa yang ku rasa. Aku tak ingin membukanya kepada orang lain
Dulu aku sangat terbuka kepada siapa saja
Entah kenapa sekarang aku menjadi tertutup
Hanya lewat tulisan ini aku bisa mencurahkan sedikit tentang isi hatiku
Langganan:
Entri (Atom)