02 Mei 2012

Tahukah kamu...

Di saat suasana bahagia tak berpihak pada kita, di saat emosi menguasai diri dan ego pun tak terkalahkan
Aku takut jika kamu mengiyakan sesuatu yang aku minta, yaitu putus...
Aku sangat takut kamu menyerah dengan keputusan yang aku buat itu
Aku ingin hubungan kita berakhir dengan bahagia
Terpisah bukan karena ada orang ketiga ataupun adanya perbedaan
Yang aku mau kita terpisah karena waktu, dimana aku tak lagi bernafas dan berdiri untukmu :')

05 April 2012

AKU

Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci

Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar,
Bosan aku dengan penat
Dan enyah saja kau pekat seperti berjelaga jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
Enyah saja kau pekat
Seperti berjelaga jika ku sendiri
Bosan aku dengan penat

23 Maret 2012

They're my everything

Aku ingin bahagia dengan orang-orang yang benar-benar menyayangi dan menginginkanku. Orang yang benar-benar menganggapku berarti di hidup mereka.

Keluarga.
Abah yang selalu menasehati dan memberi tahu mana yang baik dan mana yang buruk.
Mama yang selalu memberi dukungan dan setia mendengarkan semua keluh kesahku.
Adik yang menjadi teman bermainku di rumah dan selalu jadi korban keisenganku.

Sahabat.
Indah. Neng (laras). Bule. Riris.
Mereka yang mengerti perasaanku tanpa aku bicara. Mereka yang selalu ada di saat suka maupun duka. Mereka yang tak pernah meninggalkanku. Mereka yang menegurku jika aku salah. Mereka sudah seperti keluarga keduaku.
Jonli satu-satunya pria yang ku kenal dengan baik. Dia sudah ku anggap sebagai sodaraku. Karna dia aku bisa lebih memahami arti sahabat.

Orang-orang terdekat.
Ica. Dhini. Rini. Dedek.
Dengan mereka aku menghabiskan masa-masa SMA ini. Melakukan banyak hal dari yang gila sampai yang biasa. Melewati hari penuh canda tawa yang ceria. Mereka baik dan menyenangkan. Membuat hariku lebih berwarna dengan karakter kami masing-masing.

Kekasih.
Arlanda Junitino Maulana.
Ini dia orang yang berarti bagiku. Terutama untuk hatiku. Walau sudah menyakiti, tapi dia berusaha untuk mengobatinya. Ku hargai pengorbanannya. Ku rasakan ketulusannya. Aku bahagia dia berubah menjadi lebih baik. Aku sangat bahagia dia memperlakukanku seperti seorang putri. Seperti sedang mengkhawatirkan jika hatiku akan hancur lagi karena dia tidak hati-hati mengobatinya. Dia sungguh mengerti apa yang aku inginkan darinya.
Tuhan, aku yakin dia jodohku. Amin!

12 Januari 2012

Perfect Two

You can be the peanut butter to my jelly
You can be the butterflies I feel in my belly
You can be the captain and I can be your first mate
You can be the chills that I feel on our first date

You can be the hero and I can be your side kick
You can be the tear that I cry if we ever split
You can be the rain from the cloud when it's stormin'
Or you can be the sun when it shines in the mornin'

Don't know if I could ever be
Without you cause boy you complete me
And in time I know that we'll both see
That we're all we need

Cause you're the apple to my pie
You're the straw to my berry
You're the smoke to my high
And you're the one I wanna marry

Cause you are the one for me (for me)
And I'm the one for you (for you)
You take the both of us (of us)
And we're the perfect two

We're the perfect two
We're the perfect two
Baby me and you
We're the perfect two

You can be the prince and I can be your princess
You can be the sweet tooth I can be the dentist
You can be the shoes and I can be the laces
You can be the heart that I spill on the pages

You can be the Vodka and I can be the chaser
You can be the pencil and I can be the paper
You can be as cold as the winter weather
But I don't care as long as we're together

[Bridge:]
You know that I'll never doubt ya
And you know that I think about ya
And you know I can't live without ya

I love the way that you smile
And maybe in just a while
I can see me walk down the aisle

Crazy Buddies


Sekarang aku seperti menemukan hidup yang baru.
I mean, 'lebih berwarna'. Bukan maksud hidupku sebelumnya tidak berwarna. Tapi menurutku, aku hanya mempunyai warna dasar. Merah, kuning, hijau dan biru. Saat ini aku bisa mencampur semua warna dasar yang ku miliki. Merah dan biru, menjadi ungu. Kuning dan biru, menjadi hijau. Ya, itu maksudku lebih berwarna. Semua itu berkat orang-orang yang baru ku kenal lebih dekat lagi. Mereka adalah teman-teman di kelas baruku. Dari rumah mungkin aku sedang dalam masalah dengan keluarga. Tapi begitu sampai di sekolah, bertemu dengan mereka. Ada saja 'such a fool thing' to make me laugh:'D
Mereka ku sebut dengan, 'crazy buddies'.


02 Januari 2012

Kebiasaan Mendengarkannya

Sejak dia kembali ke dalam hidupku. Semua benar-benar berubah

Aku mempunyai kebiasaan baru. Kebiasaan menunggu telfon darinya setiap malam dan dia menemaniku tidur ataupun sebaliknya

Terkadang aku sengaja diam ketika dia memanggil namaku untuk memastikan aku sudah tertidur atau belum

Apalagi jika waktunya setelah kami sedang mengalami berselisih pendapat

Aku diam saat dia panggil, setelah itu dia akan mengucapkan sebuah pesan singkat untukku

Pesan yang berisikan dia minta maaf ataupun yang lainnya

Oh tidak. Ingin rasanya aku menahan air mata ini jatuh, ternyata tak bisa

Aku terharu. Aku diam seribu bahasa

Aku hanya merasa masih tak percaya. Apa aku berada di bawah alam sadar? Apa ini semua mimpi?

Tidak. Kenyataan lebih indah daripada sebuah mimpi

Aku belum percaya dia yang dulunya 'seperti' mengabaikanku, sekarang dia hadir kembali dan menganggap aku ini adalah segalanya untuk dia

Entah kenapa mendengarkan dia tertawa karenaku itu adalah hal yang membuatku bahagia

Tawanya. Ya, sebuah tawa darinya yang selalu ku rindukan

Suara tawa yang khas:'D

Omelan-omelannya yang membuatku sengaja tak ingin menurutinya

Aku ingin dia marah. Aku ingin dia lebih memperlakukanku seperti anak kecil

Aku selalu ingin dia memanjakanku layaknya aku seorang putri kecil yang butuh perhatian seorang ayah

Aku sangat terbiasa mendengar omelannya itu

Setiap pembicaraan yang terjadi, aku selalu suka saat ekspresi wajahnya menggambarkan betapa seriusnya dia ingin menebus semua kesalahannya di masa lalu

Ekspresi wajahnya yang terlihat begitu tulus hadir kembali di kehidupanku dan menyayangiku seperti biasa bahkan lebih ku pikir

Sampai saat ini aku masih ingat kalimat yang waktu itu dia ucapkan, "akang tuh masih sayang sama kamu. Sayangnya akang ke kamu itu beda sama sayangnya akang ke yang lain"

Kalimat itu selalu terngiang di kepalaku. Terekam jelas di ingatanku. Selalu tersimpan dalam hati dan pikiranku

Dan malam ini, aku menunggu telfonmu lagi untuk menemaniku tidur. Mendengar suaramu yang biasa aku dengarkan, yang selalu ku rindukan

26 Desember 2011

Lelah Aku Berdiam Diri

Terkadang menutupi perasaan yang kita rasa itu sulit

Walaupun niatnya adalah agar orang di sekitar kita tidak ikut merasakan apa yang kita rasakan saat itu, tapi aku terlalu lelah untuk tetap diam

Aku diam dan tak tahu dengan siapa aku akan menceritakan perasaanku ini

Hidup terus berputar seperti bola yang di tendang atau di mainkan oleh anak-anak terutama. Ya, anak-anak

Sejenak terpikirkan olehku tentang anak-anak

"Anak-anak belum bisa berpikir bahwa ia mempunyai beban
Anak-anak juga belum mengerti apa yang harus mereka pikirkan"

Sesungguhnya aku juga begitu. Tidak jauh beda dengan mereka. Aku tidak mengerti apa yang seharusnya aku pikirkan

Aku lebih memilih diam dan tidak berusaha untuk mencoba mengerti apa yang tidak aku mengerti

Roda berputar. Tapi ada kalanya dia berhenti

Aku terus-menerus berdiam diri tapi terkadang aku mulai lelah

Lelah untuk menutupi semuanya

Tapi jika aku tidak diam, aku hanya akan mengikuti egoku yang tinggi

Aku rasa itu bukan ide yang baik untuk orang-orang di sekitarku

Tapi di saat aku diam, aku ingin ada seseorang yang menghampiriku dan menanyakan ada apa gerangan yang terjadi di dalam diriku

Aku ingin orang itu terus memaksa sampai pada akhirnya aku meluapkan segala isi hati

Semua tertumpahkan kepadanya

Aku tak bisa

Aku terlalu bisu untuk membicarakan apa yang ku rasa. Aku tak ingin membukanya kepada orang lain

Dulu aku sangat terbuka kepada siapa saja

Entah kenapa sekarang aku menjadi tertutup

Hanya lewat tulisan ini aku bisa mencurahkan sedikit tentang isi hatiku